BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Sejarah merupakan pengetahuan mengenai
kejadian kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan manusia di masa lampau dan
ada kaitannya dengan keadaan masa kini. Sejarah juga merupakan pengetahuan
tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau, yang diperoleh
melalui penyelidikan dan analisis atau peristiwa-peristiwa masa lampau.
Sejarah peradaban Islam diartikan
sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam perspektif
sejarahnya, dan peradaban Islam. Dalam perspektif Islam, manusia sebagai pelaku
sekaligus pembuat peradaban memiliki kedudukan dan peran inti. Kedudukan dan
posisi manusia di kisahkan dalam Al Qur’an diantaranya: manusia adalah ciptaan
Allah yang paling sempurna dan paling utama Allah berfirman: Dan
Sesungguhnya Telah kami muliakan anak-anak Adam, kami angkut mereka di daratan
dan di lautan, kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang Sempurna atas kebanyakan makhluk yang Telah kami
ciptakan.
Pada bab selanjutnya pemakalah akan
membahas tentang metode mengajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) secara lebih
rinci lagi.
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini meliputi :
A. Apa yang dimaksud dengan SKI ?
B. Apa pentingnya belajar SKI ?
C. Metode apa saja yang bisa dipakai
dalam mengajar SKI ?
D. Faktor-Faktor Yang Harus
Diperhatikan Dalam Penetapan Metode Yang Akan Digunakan dalam mengajar
C.
Tujuan Masalah
Tujuan masalah pada makalah ini meliputi :
A. Untuk mengetahui pengertian SKI ?
B. Untuk mengetahui pentingnya belajar
SKI ?
C. Untuk mengetahui metode mengajar SKI ?
D. Faktor-Faktor Yang Harus
Diperhatikan Dalam Penetapan Metode Yang Akan Digunakan dalam mengajar
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Metode berasal dari Bahasa Yunani “Methodos’’
yang berarti cara atau jalan yang ditempuh. Sehubungan dengan upaya ilmiah,
maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang
menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Jadi metode bisa juga berarti sebagai
alat untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Pengertian sejarah secara etimologis
berasal dari kata arab “syajarah” yang mempunyai arti “pohon
kehidupan” dan yang kita kenal didalam bahasa ilmiyah yakni History, dan
makna sehjarah mempunyai 2 konsep yaitu: pertama, konsep sejarah yang memberikan
pemahaman akan arti objektif tentang masa lampau. Kedua, sejarah
menunjukan maknanya yang subjektif, karena masa lampau tersebut telah menjadi
sebuah kisah atau cerita.
Sejarah kebudayaan (peradaban) Islam
diartikan sebagai perekembangan atau kemajuan kebudayaan Islam dalam perspektif
sejarahnya, dan peradaban Islam mempunyai berbagai macam pengetian lain
diantaranya: pertama, sejarah peradaban Islam merupakan kemajuan dan
tingkat kecerdasan akal yang di hasilkan dalam satu periode kekuasaan Islam
mulai dari periode nabi Muhammad Saw sampai perkembangan kekuasaan Islam
sekarang. Kedua, sejarah peradaban Islam merupakan hasil hasil yang
dicapai oleh ummat Islam dalam lapangan kesustraan, ilmu pengetahuan dan
kesenian. Ketiga, sejarah perdaban Islam merupakan kemajuan politik atau
kekuasaan Islam yang berperan melindungi pandangan hidup Islam terutama dalam
hubungannya dengan ibadah-ibadah, penggunaan bahasa, dan kebiasaan hidup
bermasyarakat.
Sedangkan SKI adalah singkatan dari
Sejarah Kebudayaan Islam yang merupakan sebuah mata pelajaran pendidikan agama
Islam yang diarahkan untuk mengenal, memahami, menghayati sejarah Islam, yang
kemudian menjadi dasar pandangan hidupnya (way of life) melalui kegiatan
bimbingan, pengajaran, latihan, keteladan, penggunaan pengalaman dan
pembiasaan.
Berdasarkan pengertian di atas, maka
metode pengajaran SKI merupakan cara-cara yang ditempuh oleh para guru dalam
pelajaran SKI agar tujuan pelajaran SKI dapat tercapai.
B. Pentingnya
pelajaran Tarikh atau SKI
Ada pribahasa yang mengatakan “bangsa yang besar
adalah bangsa yang menghargai pahlawannya”. Atas dasar itulah betapa
kedudukan sejarah amat penting dalam suatu Negara dan agama. Selain itu nilai
sejarah (history) menjadi salah satu pondasi dasar dalam pembentukan
pendidikan di suatu Negara yang bertujuan untuk mengembang kan pendidikan
secara optimal.
Jadi dapat disimpulkan betapa pentingnya pelajaran Tarikh
dalam pendidikan formal untuk menciptakan dan membangun generasi yang
meneladani perjuangan dan pencapaian para pahlawan islam dalam membela dan
menyebarkan agama islam.
C.
Metode Mengajar SKI
Pengetahuan tentang metode-metode
mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya
siswa belajar sangat tergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang
digunakan oleh guru.
Berbagai macam metode pembelajaran yang
dapat digunakan oleh guru terhadap semua mata pelajaran. Salah satunya adalah
mata pelajaran SKI. Metode yang dapat digunakan dalam mata pelajaran SKI
diantaranya adalah:
1.
Metode Ceramah.
Metode ceramah ialah suatu cara
penyajian bahan pelajaran dengan melalui penuturan (penjelasan lisan) oleh guru
kepada siswa. Dalam metode ceramah proses belajar mengajar yang dilaksanakan
oleh guru umumnya didominasi dengan cara ceramah. Jadimelalui metode ceramah
ini guru menceritakan/menyampaikan kejadian-kejadian masa lampau dan
menjelaskan hikmah apa yang bisa diambil dari sejarah tersebut.
2.
Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab adalah suatu cara mengelola
pembelajaran dengan mengahasilkan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan siswa
memahami materi yang ada dalam pelajaran SKI. Metoda Tanya Jawab akan menjadi
efektif bila materi yang menjadi topik bahasan menarik, menantang dan memiliki
nilai aplikasi tinggi. Pertanyaaan yang diajukan bervariasi, meliputi
pertanyaan tertutup (pertanyaan yang jawabannya hanya satu kemungkinan) dan
pertanyaan terbuka (pertanyaan dengan banyak kemungkinan jawaban), serta
disajikan dengan cara yang menarik.
3.
Metode Diskusi
Metode diskusi adalah suatu cara
mengelola pembelajaran dengan penyajian materi melalui pemecahan masalah, atau
analisis sistem produk teknologi yang pemecahannya sangat terbuka. Suatu
diskusi dinilai menunjang keaktifan siswa bila diskusi itu melibatkan semua
anggota diskusi dan menghasilkan suatu pemecahan masalah.
4.
Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah cara
pengelolaan pembelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa
suatu proses, situasi, benda yang sedang dipelajari. Demontrasi dapat dilakukan
dengan menunjukkan benda baik yang sebenarnya, model, maupun tiruannya dan
disertai dengan penjelasan lisan.
Demonstrasi akan menjadi aktif jika
dilakukan dengan baik oleh guru dan selanjutnya dilakukan oleh siswa. Metoda
ini dapat dilakukan untuk kegiatan yang alatnya terbatas tetapi akan dilakukan
terus-menerus dan berulang-ulang oleh siswa.
5. Metode Timeline (Garis Waktu)
Metode
ini tergolong tepat untuk pembelajaran sejarah karena di dalamnya termuat
kronologi terjadinya peristiwa. Dengan metode ini, peserta didik bisa melihat
urutan kejadian dan akhirnya juga bisa menyimpulkan hukum-hukum seperti sebab akibat
dan bahkan bisa meramalkan apa yang akan terjadi dengan bantuan penguasaan Timeline beserta rentetan peristiwanya.
Timeline
dipakai untuk melihat perjalanan dan perkembangan satu kebudayaan oleh karena
itu dia bisa dibuat panjang atau hanya sekedar periode tertentu. Timeline untuk
sejarah kebudayaan Islam bisa dibuat mualai dari zaman Jahiliyah menjelang
Islam. hadir sampai pada saat ini; timeline
juga hanya bisa dibuat menggambarkan perjalanan peristiwa dalam satu kurun atau
periode tertentu. Ini adalah metode survey sejarah yang sangat baik karena
peserta didik akan melihat benang merah atau hubungan satu peristiwa dengan
peristiwa lainnya.
Langkah-langkah:
a. Sampaikan
tujuan pembelajaran dan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik dalam
pembelajaran hari itu.
b. Tunjukkan
pentingnya mempelajari sejarah melalui timeline.
c. Buat
timeline dengan cara menarik garis lurus horizontal dan menuliskan waktu
tertentu dan beberapa kejadian penting yang terjadi di dalamnya. Waktu
berikutnya juga ditulis seperti cara titik waktu pertama dan begitu terus
sampai pada waktu tertentu yang sesuai dengan materi pembelajaran. Berikut ini
adalah dua contoh timeline yang dibuat dengan cara yang sedikit berbeda pada
masa nabi sampai menjelang hijrah.
Timeline yang pertama
ditulis dengan format satu tahun satu peristiwa penting.

Timeline yang kedua memungkinkan satu tahun memuat banyak
peristiwa penting secara simultan

d. Jelaskan
peristiwa-peristiwa penting yang terjadi pada tahun-tahun tertentu dan
menjelaskan hubungannya dari tahun ke tahun.
e. Adakan tanya
jawab mengenai peristiwa-peristiwa dan hubungannya satu dengan yang lain.
f. Buat
kesimpulan.
g. Minta
peserta didik untuk membuat timeline yang berhubungan dengan mereka
masing-masing mulai dari lahir sampai saat ini.
Pengembangan:
1. Guru bisa
meminta peserta didik untuk mengisi tahun atau peristiwa-peristiwa sejarah dari
format timeline yang disediakan. Hal ini sangat penting dipakai untuk
mengetahui kemampuan siswa dalam memahami peristiwa sejarah dan bagaimana
mereka mengakaitkan satu peristiwa dengan lainnya.
2. Guru juga
bisa meminta siswa membuat timeline untuk sejarah keluarga masing-masing, mulai
dari pernikahan orang tua sampai waktu sekarang. Hal ini dimaksudkan untuk
melatih ketrampilan berpikir sejarah yang kronologis. Di samping itu, peserta
didik juga bisa menghargai sejarah keluarga dan dirinya.
6. Metode Concept Map (Peta Konsep)
Peta
konsep adalah cara yang praktis untuk mendeskripsikan gagasan yang ada dalam
benak. Nilai praktisnya terletak pada kelenturan dan kemudahan pembuatannya.
Guru bisa memanfaatkan peta konsep untuk dijadikan sebagai metode penyampaian
materi sejarah. Penyampaian materi dengan peta konsep akan memudahkan siswa
untuk mengikuti dan memahami alur sejarah dan memahami secara menyeluruh.
Peserta didik sendiri nantinya yang akan membuat kaitan antara satu konsep
dengan lainnya. Peta konsep sangat tepat dipakai untuk
pembelajaran
sejarah karena banyak konsep yang harus dikuasai oleh siswa untuk mengembangkan
proses berpikir. Dengan peta konsep, peserta didik tidak akan mengingat dan menghafal
materi sejarah secara verbatim, kata per-kata. Mereka punya kesempatan untuk
membangun kata-kata mereka sendiri untuk menjelaskan hubungan satu konsep
dengan lainnya. Di samping itu, Peta konsep bisa mengatasi hambatan verbal atau
bahasa untuk menyampaikan gagasannya dan dalam saat yang sama bisa
mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi
yang pada
akhirnya akan mendorong kemampuan verbalnya, penggunaan kata-kata untuk
menyampaikan gagasannya.
Terkadang
istilah Peta Konsep (Concept Map) disejajarkan dengan
Peta Pikiran (Mind Map). Keduanya
memang mempunyai kesamaan dalam hal pembuatannya; keduanya menggunakan cara kerja
pembuatan peta. Sedikit perbedaan yang bisa digaris bawahi adalah bahwa Peta
Pikiran lebih cenderung dipakai untuk menyampaikan gagasan-gagasan ilmiah yang
menjadi kesepakatan umum, sementara itu, Peta Pikiran lebih bersifat personal,
yaitu untuk menggambarkan ide-ide atau segala yang ada dalam pikiran seseorang.
Peta pikiran merupakan metode yang sangan bagus untuk mencurahkan gagasan.
Langkah-langkah:
a. Jelaskan
tujuan pembelajaran dan sebutkan jenis kompetensi yang harus dikuasai peserta
didik.
b. Kaitkan
materi yang akan dipelajari dengan keadaan peserta didik dan tunjukkan
pentingnya mempelajari materi sejarah ini untuk kehidupan mereka.
c. Tunjukkan
pentingnya cara belajar dengan Peta Konsep dan berikan contoh-contohnya,
artinya cukup tulisan setiap gagasan yang ada dalam pikiran ke dalam papan atau
kertas. Minta semua peserta didik untuk menuliskan satu kata, konsep, gagasan,
atau perasaan yang sekarang dirasakan. Dan tanyakan diakhir pelajar kenapa
mereka menuliskannya dan diskusikan sebentar.
d. Buat sebuah
gambar yang melambangkan topik utama sekaligus merupakan garis besar di tengah
atau di atas kertas kalau hubungan antar konsepnya bersifat hirarkis, seperti
silsilah keturunan. Setiap kali membuat gambar atau garis, jelaskan maksud dan
hubungannya.
e. Buat garis
tebal berlekuk-lekuk yang menyambung dari gambar di tengah kertas ke
masing-masing cabang untuk setiap ide utama yang ada atau sebagai subjek.
Cabang utama dalam
mind map
melambangkan sub topik utama.
f. Beri nama
pada setiap ide di atas atau boleh juga menambahkan gambar-gambar kecil
mengenai masing-masing ide tersebut. Hal ini dilakukan untuk merangsang penggunaan
kedua sisi otak.
g. Dari setiap
ide yang ada, tarik garis penghubung lainnya, yang menyebar seperti
cabang-cabang pohon. Kemudian tambahkan buah pikiran ke setiap ide tadi.
Cabang-cabang tambahan ini melambangkan detail-detail yang ada.
h. Buat kelompok
untuk mendiskusikan Peta Konsep yang dibuat guru dipapan tulis dan minta salah
satu dari masing-masing kelompok menjelaskan atau membaca Peta Konsep itu dalam
kelompoknya
secara bergantian.
Pengembangan:
1. Guru bisa
meminta siswa untuk membuat peta konsep sendiri untuk mendeskripsikan silsilah
keluarganya. Di pertemuan berikutnya, cara pembuatan konsep tersebut
didiskusikan. Materi yang didiskusikan adalah bagaimana peserta didik bisa mengetahui
silsilah keluarganya; siapa saja yang dijadikan sumbernya. Dengan cara
pembelajaran seperti ini, peserta didik tidak hanya mengetahui dan menghafal
sejarah orang lain tapi juga mereka bisa melakukan cara berpikir sejarah untuk
menuliskan silsilah sejarahnya sendiri.
2. Guru juga
bisa meminta siswa untuk membuat Peta Konsep dari beberapa materi yang dianggap
dasar dan harus mereka kuasai.
7. Role Playing (Bermain Peran)
Bermain
peran bisa berbentuk memerankan dialog tokoh-tokoh dalam sejarah atau
memerankan diri atau kelompok sebagai ahli sejarah. Bentuk yang pertama bisa
mengajak peserta didik untuk menjiwai karakter atau tokoh sejarah. Dengan cara
ini, siswa merasakan dirinya sebagai aktor sejarah dan akan sangat berkesan bagi
mereka. Dialog-dialog yang dipakai diusahakan untuk sederhana dengan tanpa
meninggalkan gagasan-gagasan utamanya.
Langkah-langkah:
1.
Susun/siapkan skenario beberapa hari minimal satu minggu sebelum tatap muka.
2. Tunjuk
beberapa siswa untuk mempelajari skenario dua hari sebelum kegiatan
pembelajaran.
3. Bentuk
kelompok siswa yang anggotanya 5 siswa atau sesuai dengan kebutuhan.
4. Beri
penjelasan tentang kompetensi yang ingin dicapai.
5. Panggil para
siswa yang sudah ditunjuk untuk memainkan skenario yang sudah dipersiapkan.
6. Minta
masing-masing siswa duduk di kelompoknya, masing-masing sambil memperhatikan
mengamati skenario yang sedang diperagakan.
7. Beri kertas
kepada peserta didik sebagai audiens setelah selesai pementasan untuk membahas
masalah yang diangkat.
8. Minta
masing-masing masing-masing kelompok menyampaikan hasil kesimpulannya.
9. Berikan
kesimpulan secara umum.
Pengembangan:
1. Setelah
kegiatan bermain peran usai, guru bisa meminta peserta didik yang memainkan
peran untuk merefleksikan apa yang mereka alami dan rasakan saat mempersiapkan
dan memerankan
tokoh sejarah
tersebut.
2. Bermain
peran bisa dilaksanakan untuk kelas terbuka, terutama setelah melakukan banyak
latihan dan peserta didik meras percaya diri untuk naik ke pentas memerankan
dialog-dialog dan kejadian sejarah lainnya.
8.
Active Knowledge Sharing (Aktif Berbagi
Pengetahuan)
Ini
adalah satu yang dapat membawa peserta didik untuk siap belajar dengan efektif
dan melibatkan unsur afektif. Metode ini dapat digunakan untuk melihat tingkat
kemampuan siswa di samping untuk membentuk kerja-sama kelompok.
Langkah-langkah:
1. Siapkan
sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan.
Pertanyaan itu bisa menyangkut:
a. Definisi
suatu istilah
b. Pertanyaan
dalam bentuk Pilihan Ganda
c.
Mengidentifikasi tokoh sejarah
d. Menanyakan sikap
atau tindakan yang harus dilakukan
e. Melengkapi
kalimat, dll.
2. Minta
peserta didik untuk menjawab dengan sebaik-baiknya.
3. Minta
peserta didik untuk mencari teman yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang tidak diketahui. Tekankan pada mereka untuk saling membantu.
4. Minta
peserta didik untuk kembali ke tempat duduk masingmasing.
5. Periksa
jawaban siswa, klarifikasi kalau ada jawaban kurang tepat dan jawab
pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab.
Pengembangan
Guru bisa
mengkombinasi metode ini dengan Binggo, yaitu mengisi matrik atau kotak-kotak
yang berupa informasi yang harus diisi oleh peserta didik. Mereka yang selesai
mengisi semua
kotak tersebut
bilang “Bingo”!
E. Faktor-Faktor
Yang Harus Diperhatikan Dalam Penetapan Metode Yang Akan Digunakan dalam
mengajar
Dalam menentukan metode pengajaran seorang guru tidak boleh
gegabah dalam penetapan metode yang akan digunakan hendaknya memperhatikan
hal-hal sebagai berikut:
1. Tujuan yang hendak dicapai
Guru haruslah mengetahui dengan
jelas tujuan yang hendak dicapainya, supaya metode dan media pendujungnya bias
digunakan secara optimal dan maksimal.
2. Audiens (siswa)
Seorang guru hendaknya memperhatikan
Audiens (siswa) terlebih dahulu sebelum menentukan metode yang akan digunakan,
karna jumlah dan karakter siswa,sangat berpengaruh pada umpan balik dan tujuan
yang diharapkan seorang guru.
3. Fasilitas
Fasilitas menjadi pertimbangan yang
sangat penting dalam penetapan metode pengajaran, namun harus kita ingat
fasilitas disini tidak hanya berkutat kepada materi semata namun non materi
seperti waktu yang diberikan untuk seorang guru dalam menyampaikan materinya.
4. keunggulan dan kelemahan metode tertentu
tidak ada satu metode yang dapat
dikatakan lebih baik karena metode-metode yang ada bisa bersifat tidak efektif
apabila tidak tercapainya tujuan yang diharapkan atas dasar itulah hendaknya
guru memperhatikan beberapa fakto-faktor yang telah di jelaskan di atas
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode pembelajaran merupakan cara yang
digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
Adapun pentingnya belajar SKI yaitu untuk menciptakan dan
membangun generasi yang meneladani perjuangan dan pencapaian para pahlawan
islam dalam membela dan menyebarkan agama islam.
Dalam pembelajaran SKI ada beberapa metode
pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengimplementasikan strategi
pembelajaran, diantaranya: ceramah, demonstrasi, diskusi, tanya jawab, timeline, concept map, Role Playing (Bermain Peran), Active Knowledge Sharing (Aktif Berbagi Pengetahuan), dan sebagainya sesuai dengan materi apa yang ingin
disampaikan ketika pelajaran SKI belangsung.
Faktor-Faktor
Yang Harus Diperhatikan Dalam Penetapan Metode Yang Akan Digunakan dalam
mengajar : Tujuan yang hendak dicapai, Audiens (siswa), Fasilitas, keunggulan
dan kelemahan metode tertentu.
B.
Saran
1. Seorang guru hendaknya
terampil dan dapat menguasai berbagai metode
pembelajaran agar peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran.
2. Seorang guru harus
selalu aktif melibatkan peserta didik selama kegiatan
pembelajaran berlangsung.
3. Seorang guru harus dapat memilih
metode dan kreatif dalam mencoba ide baru
agar proses pembelajaran berhasil dengan baik
dan tidak membosankan.
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Warson, Kamus al-Munawwir,Yogyakarta: PP.
Al-Munawwir Krapyak, 1984.
Atabik Ali, Kamus Kontemporer Arab Indonesia Cet.
VIII; Yogyakarta: Multikarya Grafika, 2003.
http://ktiptk.blogspirit.com/archive/2009/01/26/pengertian-metode.html Diakses Tanggal 01 Desember 2012,
Pukul 17:07 WIB.
http://alhafizh84.wordpress.com/2010/01/04/sejarah-kebudayaan-Islam/ Diakses Tanggal 20 Desember 2011,
Pukul 17:54 WIB.
Khaeruddin, Ilmu Pendidikan Islam. Makassar:
Yayasan Fatiya, 2002.
Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam. Cet.
III; Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2000.
Idris, M. M.
(2008). Strategi dan Metode Pengajaran: Menciptakan Keterampilan Mengajar
yang Efektif dan Edukatif. Yogyakarta, Ar-Ruzmedia.
Marno & M.
Idris. (2008). Strategi dan metode Pengajaran: Menciptakan Keterampilan
Mengajar yang Efektif dan Edukatif. Jogyakarta,Ar-Ruzmedia.
Prawiradilaja,
Dewi Salma. (2008). Prinsip Disain Pembelajaran: Instructional Design
Principles. Jakarta, Kencana.
Sanjaya, W. (2003).
Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Jakarta,
Kencana.
Silberman,
Melvin L. (2000). Active Learning: 101 Strategies to Teach Any Suject. Massachusetts,
Ally and Bacon.
Yustisia, T. P.
(2008). Panduan Lengkap KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan).
Yogyakarta, Pustaka Yustisia.
Zuhairini,dkk.Metodik Khusus
Pendidikan Agama.(Malang:Biro Ilmiah Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel
,1983).
Ramayulis.Metodologi Pengajaran
Agama Islam.(Jakarta:Kalam Mulia,2001)
1 komentar:
Youtube 5 : youtube4.com
youtube5.com. youtube5.com. youtube5. youtube5. YouTube5. Youtube5. youtube5. youtube5.youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube5. youtube4. youtube5. youtube5. youtube mp3 youtube5. youtube4.
Posting Komentar